YUANITA EMILIA SARI TRI WIJAYANTI

Berpacu Menjadi Yang Terbaik

FILSAFAT PANCASILA

diposting oleh yuanita-emilia-feb13 pada 20 March 2014
di PPKN - 0 komentar

Tanggal 17 Maret 2014, Topik Filsafat Pancasila :

A.    Rangkuman Hasil Pembelajaran :

Asal Mula Pancasila

Pancasila sebagai dasar filsafat serta ideologi bangsa dan negara Indonesia, bukan terbentuk secara mendadak serta tidak hanya diciptakan oleh seseorang melainkan terbentuknya melalaui proses yang cukup panjang dalam sejarah bangsa Indonesia.

Ditinjau dari kausalitasnya, asal mula Pancasila dibedakan menjadi dua macam yaitu: asal mula yang langsung dan asal mula yang tidak langsung.

 

Asal Mula yang Langsung

        Asal mula yang langsung tentang Pancasila adalah asal mula yang langsung terjadinya Pancasila sebagai dasar filsafat Negara yaitu asal mula yang sesudah dan menjelang proklamasi kemerdekaan. Adapun rincian asal mula langsung Pancasila tersebut menurut Notonagoro (1975) adalah sebagai berikut:

Asal mula bahan (Kausa Materialis)

Asal mula bentuk (Kausa Formalis)

Asal mula karya (Kausa Effisien)

Asal mula tujuan (Kausa Finalis)

 

Asal Mula yang Tidak Langsung

Asal mula tidak langsung Pancasila adalah asal mula sebelum proklamasi kemerdekaan yang terdapat pada kepribadian serta dalam pandangan hidup sehari-hari bangsa Indonesia.

 

Pancasila 

Kedudukan dan fungsi Pancasila bilamana dikaji secara ilmiah memliki pengertian pengertian yang luas, baik dalam kedudukannya sebagai dasar Negara, sebagai pandangan hidup bangsa, sebagai ideologi bangsa dan Negara, sabagai kepribadian bangsa bahkan dalam proses terjadinya terdapat berbagai macam terminologi yang harus didesktipsikan secara objektif. Secara etimologis istilah “Pancasila” berasal dari Sansekerta dari India (bahasa kasta Brahmana) adapun bahasa rakyat biasa adalah bahasa Prakerta. Menurut Muhammad Yamin, dalam bahasa sansekerta perkataan “Pancasila” memilki dua macam arti secara leksikal yaitu :

•      “panca” artinya “lima

•      “syila” vokal I pendek artinya “batu sendi”, “alas”, atau “dasar

•      “syiila” vokal i pendek artinya “peraturan tingkah laku yang baik, yang penting

Pancasila sebagai dasar negara merupakan suatu dasar nilai serta norma untuk mengatur penyelenggaraan negara. Akibatnya seluruh pelaksanaan dan penyelenggaraan Negara terutama peraturan perundang-undangan harus dijabarkan dan dirumuskan dari nilai-nilai Pancasila. Maka Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukumyang mempunyai kekuatan mengikat secara hukum.

Menurut Kaelan (2004) kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dapat dirinci sebagai berikut:

•       Pancasila sebagai dasar negara

•       Meliputi suasana kebatinan dari Undang-Undang Dasar 1945.

•      Mewujudkan cita-cita hukum bagi hukum dasar negara baik hukum dasar tertulis maupun tidak tertulis.

•      Mengandung norma

•      Pancasila sebagai sumber semangat

Pengertian Ideologi

Istilah ideologi berasal dari kata ‘idea’ yang berarti “gagasan, konsep, pengertian dasar, cita-cita’ dan ‘lagos’ yang berarti ‘ilmu’. Kata ‘idea’ berasal dari kata bahasa Yunani ‘eidos’ yang berarti ‘bentuk’. Di samping itu ada kata ‘idein’ yang artinya ‘melihat’. Maka secara harafiah, ideologi berarti ilmu pengertian-pengertian dasar. Dalam pengertian sehari-hari, ‘idea’disamakan artinya dengan ‘cita-cita’. Cita-cita yang dimaksud adalah cita-cita yang bersifat tetap itu sekaligus merupakan dasar, pandangan atau faham.

 

Hubungan Pancasila dengan Agama

, antara Pancasila dan agama secara tidak langsung terdapat sebuah hubungan teologis-dogmatis  yang mesti diterjemahkan dalam praksis hubungan antaragama. Umat beragama semakin Pancasilais dan Pancasila semakin ”dimuliakan” jika kelima silanya tidak hanya dimuliakan dalam kata-kata belaka melainkan diaktualisasikan dalam perbuatan konkret yaitu hubungan antaragama dalam rangka menyelamatkan bangsa dari konflik antarumat beragama.

 

Arti dan Makna Sila Ketuhanan yang Maha Esa

•      Mengandung arti pengakuan adanya kuasa prima (sebab pertama) yaitu Tuhan yang Maha Esa

•      Menjamin penduduk untuk memeluk agama masing-masing dan beribadah menurut agamanya.

•      Tidak memaksa warga negara untuk beragama.

•       

Arti dan Makna Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

•      Menempatkan manusia sesuai dengan hakikatnya sebagai makhluk Tuhan

•      Menjunjung tinggi kemerdekaan sebagai hak segala bangsa.

•      Mewujudkan keadilan dan peradaban yang tidak lemah.

 

Nilai-nilai Pancasila telah diyakini kebenarannya oleh bangsa Indonesia. Oleh karena itu , mengamalkan Pancasila merupakan suatu keharusan bagi bangsa Indonesia.

•      Sikap positif dalam mengamalkan nilai-nilai pancasila.

•      Menghormati anggota keluarga

•      Menghormati orang yang lebih tua

•      Membiasakan hidup hemat

•      Tidak membeda-bedakan teman

•      Membiasakan musyawarah untuk mufakat

•      Menjalankan ibadah sesuai dengan agama masing-masing

•      Membantu orang lain yang kesusahan sesuai dengan kemampuan sendiri

 

 

 

 

B.     Penerapan dalam Masyarakat :

 

Indonesia merupakan suatu Negara yang terdiri dari berbagai perbedaan, baik itu suku bangsa, bahasa, warna kulit dan sebagainya oleh karena itu masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang multicultural dimana didalamnya terdapat tata nilai dan norma yang berbeda. Akan tetapi pada umumnya masyarakat Indonesia memiliki persamaan tentang nilai dan norma yang berkembang dalam masyarakat Indonesia seperti musyawarah mufakat, gotong royong, ketuhanan, persatuan, keadialan, hak asasi manusia, yang semuanya itu kemudian disatukan dalam suatu konsep yang ideal yaitu pancasila

Pancasila adalah pencapaian demokrasi paling penting yang dihasilkan oleh para pendiri bangsa. Pancasila merupakan suatu consensus nasional Indonesia yang majemuk, kemajemukan pancasila bisa dilihat dari kelima silanya. Pada dasarnya kelima sila tersebut mewakili beragam pandangan dan kelompok dominan masyarakat Indonesia. Pancasila juga merupakan symbol persatuan dan kesatuan Indonesia dimana pertemuan nilai-nilai dan pandangan ideology terpaut dalam sebuah titik pertemuan yang menjadi landasan bersama dalam kehidupan sebagai sebuah bangsa.

filsafat berasal dari bahasa yunani filos dan sofia yang berarti cinta kebijaksanaan atau ilmu pengetahuan. Lebih dari pada itu dapat diartikan cinta belajar pada umumnya, dalam proses pertumbuhan ilmu-ilmu (science) hanya ada di dalam apa yang kita sebut sekarang filsafat. Untuk alasan inilah sering dikatakan bahwa filsafat adalah induk atau ratu ilmu pengetahuan. Dalam kamus bahasa Indonesia karangan WJS Poerwodarmito merumuskan bahwa filsafat adalah pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai sebab-sebab, asas-asas hukum dan sebagainya dari pada segala yang ada dalam alam semesta ataupun mengenai kebenaran dan arti adanya suatu. Pancasila sebagai filsafat mengandung pandangan, nilai, dan pemikiran yang dapat menjadi substansi dan isi pembentukan ideologi Pancasila. Filsafat Pancasila dapat didefinisikan secara ringkas sebagai refleksi kritis dan rasional tentang Pancasila sebagai dasar negara dan kenyataan budaya bangsa, dengan tujuan untuk mendapatkan pokok-pokok pengertiannya yang mendasar dan menyeluruh. Pancasila dikatakan sebahai filsafat, karena Pancasila merupakan hasil permenungan jiwa yang mendalam yang dilakukan oleh the faounding father kita, yang dituangkan dalam suatu sistem. Filsafat Pancasila memberi pengetahuan dan penngertian ilmiah yaitu tentang hakikat dari Pancasla. Baberapa alasan pancasila dijadikan sebagai filsafat bangsa Indonesia antara lain :

1.                  Bangsa Indonesia percaya bahwa jiwa dan nilai pancasila sudah ada dan dipraktekkan dalam tata-nilai dan tata-budaya Indonesia.

2.                  Berdasarkan atas orientasi sosio-budaya dan sejarah bangsa, para pendiri negara dalam sidang bpupki mengangkat dan merumuskan filsafat pancsila menjadi dasar negara.

3.                  Ditinjau dari segi prestasi politik kenegaraan, sejak sriwijaya dan majapahit wilayah kedaulatan negara kita melebihi republik sekarang.

4.                   Sebagai bangsa/negara yang sederajat dengan bangsa lain, kita wajar memiliki harga diri, bahkan memiliki kesadaran kebanggaan terhadap negara kesetuan republik Indonesia ini.

5.                 Keempat dasar pemikiran di atas bersumber orientasi masa lampau dan masa kini. Kita wajib pula berorientasi pada masa yang akan datang (masa depan). Ketahanan nasional Indonesia yang menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara harus memiliki suatu falsafah yang mampu menyatukan keberagaman yang ada di Indonesia.

 

C.     Penerapan dalam kehidupan pribadi (sendiri)

1.    Menjunjung tinggi persamaan,

2.    Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban,

3.    Membudayakan sikap bijak dan adil,

4.    Membiasakan musyawarah mufakat dalam mengambil keputusan, dan

5.    Mengutamakan persatuan dan kesatuan nasional.

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :